Postingan

Menampilkan postingan dengan label High School

[Puisi] Jangan Menangis, Pertiwi

Bumi pertiwi menangis lagi setelah sekian lama terlelap Dalam tidur panjang nan damai Ia terbangun Terusik gemuruh pesta pora di sana Oleh manusia penuh dosa Yang tak pernah menyadarinya Bumi Pertiwi menangis lagi Abu menyelimuti daratan Indonesia Tua, muda, bayi, lansia Tak pandang usia Kaya, miskin, gelandangan, bangsawan Tak peduli kasta Berlari mencari keselamatan Bumi pertiwi menangis lagi Lahar berlari berkejaran menuju muara Bersama air menyusuri kelokan - kelokan sungai Menghanyutkan duka dan air mata Merenggutkan sejuta jiwa Harapan penerus bangsa ikut luruh di dalamnya Bumi pertiwi menangis lagi Awan panas membumbung tinggi Bergulung membawa isi perut bumi Siap menukik dengan keji Bumi pertiwi menangis lagi Apa kau tak bosan mendengarnya? Teriakan parau dari pengungsian Tangisan bayi tak berdosa Nelangsa... Nestapa... Bumi pertiwi menangis lagi Lihatlah alam ini luluh lantak Harta pusakanya tak terlantan Tuhan menumpahkan murkanya Aku t...

Kesalahan logika lagu anak-anak

Kesalahan logika lagu anak-anak Tulisan ini gue buat sepulang sekolah waktu gue lagi nyanyi lagu anak-anak “Pada Hari minggu” yang kemudian dikomen sama nyokap gue. Setelah itu, gue jadi inget. Gue pernah baca artikel di internet tentang kesalahan lagu anak-anak. Well. Kalau dipikir-pikir memang beberapa lagu anak-anak sedikit ranju dan absurd. So, this is it! 1.     Pada Hari Minggu “Pada hari Minggu kuturut ayah ke kota, naik delman istimewa kududuk di muka, ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja, mengendarai kuda supaya baik jalannya” Lagu ini mengajarkan anak-anak untuk berlaku tidak sopan kepada pak kusir. Masa iya naik delman duduknya di muka? Duduknya di joklah. Kalau duduk di muka gimana cara pak kusir lihat jalan? And, dalam lirik “ mengendarai kuda supaya baik jalannya ”. Oh gitu ya, jadi jalannya bisa jadi baik gitu kalau habis dilewati delman? Jalan berlubang gitu bisa jadi aspal yang mulus gitu? Ok, itu masih menjadi sebuah misteri. 2. A...

[PUISI] Maaf ibu, aku terlambat...

Maaf ibu, aku terlambat... Oleh : A'yuni fatkhi Fajriyati Langit siangpun memuram Awan berduka, menumpahkan air mata Hatiku kelabu menjadi hitam Tubuhku layu, tak mampu menopang pilu Aku teringat... Kala itu, sepeninggal fajar Siluet tubuhmu terlukis di jendela kamarku Mengecil dan menjauh Aku tahu, kau pergi menuju peraduan Sehari penuh kau cucurkan keringat Demi sesuap nasi untuk buah hati Demi setitik ilmu untuk masa depannya Jingga melukiskan langit Kau kembali Tergopoh-gopoh menjinjing sekelibat letih namun, senyum terbingkai lembut di wajahmu Kemudian, kau basuh wajahmu Bersujud di hadapan-Nya Di lain sisi... Yang kau kasihi, acuh Membelot tak tersentuh Bermuram durja, terus mengeluh Bahkan sepercik nikmat aku lalai Bibir ini melepaskan belati Manancap tepat di sanubari Tetapi, cahaya kasihnya terpancar Sepanjang waktu  Sekarang... Penyesalan mengusut syaraf benakku Seduku tak berpangkal Tak ada lagi bejana untuk menuang perih Bagaimana...

Review of a Film titled "Freedom Writers" by A'yuni Fatkhi Fajriyati

Gambar
-Freedom Writers- Freedom Writers is a film that adapted from the diaries of the students of Room 203 Woodrow Wilson H.S. A true story of teacher’s struggle in New Port Beach, United States to reviving spirit of her students to study. Erin Gruwell, an idealist highly educated woman, came to Woodrow Wilson High School as an  English teacher to special class which contains victims of racial gangs’ fights. Her mission is very noble, she wants to give normal education for troubled students whose there is no senior teachers want to teach them. On first day she taught them, she just realized that gangs’ fights which happened in that city brought to class. In the class, they sat by their each race. A bit of misconception can make a fight. Nobody notice her. Even they insult Ms. Gruwell. All busy with their own race. At Woodrow Wilson High School, a fight so easy to happen. Like when a nigger cross other race’s territorial. Eva, a black girl saw a nigger cross their gang’...